Hucap Ma Iroh, Kupat Tahu Legendaris Kuningan yang Lintas Tiga Generasi

Jabar Tourism
0

Hucap Ma Iroh, Kupat Tahu Legendaris Kuningan (gmaps/erwin kusnadi)

KUNINGAN
— Di tengah banyaknya pilihan kuliner khas Jawa Barat, ada sajian sederhana yang masih mempertahankan eksistensinya hingga kini. Namanya hucap, kuliner berbahan dasar kupat dan tahu yang menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Kuningan.


Salah satu tempat yang dikenal menyajikan hucap adalah Hucap Ma Iroh di Jalan Dewi Sartika, Kuningan. Usaha kuliner ini memiliki perjalanan panjang karena telah diwariskan hingga tiga generasi.


Cikal bakal Hucap Ma Iroh bermula pada dekade 1980-an ketika Ibu Iroh mulai berjualan. Pada awalnya, usaha tersebut berada di kawasan Plaza Kuningan. Seiring waktu, lokasi berjualan kemudian berpindah dan sejak 2003 menetap di Jalan Dewi Sartika.


Husein, salah seorang pengelola yang masih memiliki hubungan keluarga dengan pendiri, mengatakan keberlangsungan usaha tersebut tidak lepas dari peran keluarga. Setelah dirintis Ibu Iroh, usaha diteruskan oleh generasi berikutnya hingga sekarang.


Dari tampilannya, hucap memang sekilas mengingatkan pada ketoprak. Namun, hidangan khas Kuningan ini mempunyai komposisi yang lebih sederhana. Sepotong kupat dan tahu menjadi bahan utama, kemudian disiram dengan saus kacang serta kecap manis. Tidak ada tambahan sayuran maupun kerupuk seperti yang umum ditemukan pada ketoprak.


Karakter hucap Ma Iroh juga ditentukan oleh kupat yang digunakan. Ketupatnya berukuran relatif kecil dengan warna kecokelatan dan tekstur yang dinilai lebih awet. Bahan tersebut bahkan diperoleh dari pembuat yang telah memasok secara turun-temurun.


Ketika disajikan, kupat dan tahu dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Siraman bumbu kacang yang kental dan kecap kemudian memberikan perpaduan rasa gurih sekaligus manis. Tekstur kupat yang kenyal berpadu dengan tahu membuat sajian sederhana ini tetap memiliki daya tarik tersendiri.


Satu porsi Hucap Ma Iroh dibanderol Rp17 ribu, sedangkan porsi setengahnya Rp12 ribu. Ketika pembeli sedang ramai, kedai tersebut dapat menghabiskan sekitar 200 hingga 300 porsi dalam sehari.


Perjalanan usaha ini bukan tanpa tantangan. Pandemi COVID-19 sempat membuat Hucap Ma Iroh berhenti berjualan selama sekitar 40 hari. Namun, usaha keluarga tersebut kembali bangkit dan mulai ramai pembeli sejak 2021.


Kini, Hucap Ma Iroh menjadi salah satu pilihan bagi pencinta kuliner tradisional yang ingin mencicipi kupat tahu khas Kuningan. Kedainya buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 18.00 WIB di Jalan Dewi Sartika, Kuningan.***

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)