.jpg)
Situs Singaperbangsa I Kedung Astana Banjar (Dokumentasi Istimewa)
KOTA BANJAR – Di balik geliat Kota Banjar atau Banjar Patroman sebagai salah satu wilayah di ujung timur Jawa Barat, tersimpan sejumlah peninggalan yang menjadi pengingat perjalanan panjang sejarah daerah. Salah satunya adalah Situs Singaperbangsa I Kedung Astana, sebuah situs bersejarah yang menarik untuk dikunjungi, terutama bagi pencinta wisata sejarah dan religi.
Situs ini berada di Jalan Siliwangi, Lingkungan Cikadu, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Lokasinya cukup mudah dijangkau. Namun, begitu memasuki kawasan situs, nuansa yang terasa bukan sekadar tempat wisata biasa. Pepohonan yang menaungi area pemakaman menghadirkan suasana tenang sekaligus sakral.
Jejak Raden Wirabangsa
Situs Singaperbangsa merupakan kompleks pemakaman kuno yang diyakini berkaitan erat dengan perjalanan awal terbentuknya wilayah Banjar. Di tempat ini terdapat makam Raden Wirabangsa atau Adipati Kertabumi II, sosok yang memiliki posisi penting dalam sejarah lokal dan dikenal masyarakat sebagai salah satu tokoh perintis wilayah Banjar.
Kisah Situs Singaperbangsa juga tidak dapat dilepaskan dari Prabu Dimuntur, tokoh yang dikaitkan dengan keturunan Kerajaan Galuh dan penyebaran Islam di kawasan Tatar Galuh.
Perubahan pusat pemerintahan dari kawasan Muntur menuju Pataruman pada masa lampau turut menjadi bagian dari rangkaian sejarah yang kemudian membentuk identitas Banjar Patroman.
Karena itu, berkunjung ke situs ini bukan hanya tentang melihat makam tua, tetapi juga membuka kembali lembaran sejarah mengenai perjalanan masyarakat dan kekuasaan lokal di wilayah Banjar.
Tradisi Nyalin Menjelang Ramadan
Ada hal menarik lain yang membuat Situs Singaperbangsa tetap hidup di tengah masyarakat, yakni Tradisi Nyalin yang digelar setiap tahun menjelang Ramadan.
Dalam bahasa Sunda, nyalin bermakna mengganti atau membersihkan. Tradisi ini menjadi momentum masyarakat untuk berziarah, memanjatkan doa bersama, sekaligus melakukan pembersihan kawasan makam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Tradisi tersebut juga mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari ulama, tokoh adat, pemerintah hingga warga dan wisatawan. Di sinilah nilai budaya dan religi berpadu dalam suasana kebersamaan.
Wisata Sejarah dan Religi di Banjar
Sebagai bagian dari situs cagar budaya di Kota Banjar, keberadaan Situs Singaperbangsa I Kedung Astana memiliki nilai penting untuk terus dilestarikan.
Bagi wisatawan yang ingin mencari alternatif destinasi selain wisata alam, tempat ini bisa menjadi pilihan. Selain mengenal sejarah lokal dan jejak Kerajaan Galuh, pengunjung dapat merasakan suasana budaya Sunda yang masih terpelihara.
Situs Singaperbangsa I Kedung Astana pada akhirnya bukan sekadar tempat ziarah, tetapi juga ruang untuk mengenang sejarah dan memahami bagaimana sebuah wilayah tumbuh dari perjalanan panjang para leluhurnya.***
