
Menelusuri Jejak Kreatif Sepatu Lokal yang Mendunia di Fortuna Shoes Bandung (facebook.com/Bandung Virals)
KOTA BANDUNG - Bandung bukan hanya tentang factory outlet, kuliner, atau destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Kota ini juga punya cerita panjang tentang kreativitas yang tumbuh dari tangan masyarakatnya. Salah satu jejaknya dapat ditemukan dalam industri fesyen, termasuk sepatu lokal yang telah menjadi bagian dari perjalanan ekonomi kreatif Bandung selama puluhan tahun.
Di antara nama-nama yang bertahan melewati perubahan zaman, ada Fortuna Shoes. Merek sepatu yang lahir di Bandung ini telah menapaki perjalanan sejak 1969 dan kini produknya mampu menjangkau pasar internasional.
Kisah Fortuna Shoes bermula ketika Dede Candra mendirikannya di kawasan Ciateul. Dari sana, usaha tersebut berkembang menjadi industri sepatu yang kemudian beroperasi di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung.
Lebih dari setengah abad bukan waktu yang singkat. Selama perjalanan tersebut, Fortuna Shoes tidak sekadar mempertahankan produksi, tetapi juga terus membawa produknya keluar dari pasar lokal.
Jepang, Inggris, dan sejumlah negara di Eropa menjadi bagian dari pasar ekspor yang telah dijangkau. Bagi industri kreatif Bandung, perjalanan ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk bersaing ketika kualitas, keterampilan, dan pengalaman mampu berjalan beriringan.
Wisata Ekraf Melihat Bandung dari Sisi Berbeda
Bicara tentang wisata ekraf Bandung, pengalaman wisata sebenarnya bisa diperluas. Wisatawan tidak hanya diajak menikmati sebuah produk, tetapi juga mengenal cerita, proses, manusia, dan perjalanan panjang di balik produk tersebut.
Fortuna Shoes menjadi salah satu gambaran bagaimana kreativitas dapat berubah menjadi kekuatan ekonomi. Sepatu yang terlihat sederhana ternyata menyimpan proses produksi, keterampilan pekerja, serta pengalaman industri yang dibangun selama puluhan tahun.
Pemerintah Kota Bandung juga mendorong industri seperti Fortuna Shoes untuk memperkuat identitas sebagai produk asal Bandung sekaligus memperluas pasar ekspor melalui pemanfaatan Surat Keterangan Asal (SKA).
Sementara itu, Kementerian Perdagangan mendorong Fortuna Shoes memanfaatkan Trade Expo Indonesia sebagai pintu untuk bertemu buyer dari berbagai negara. Dukungan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, business pitching, dan business matching daring juga menjadi peluang untuk membuka pasar baru.
Ada Kehidupan di Balik Sepasang Sepatu
Yang membuat cerita Fortuna Shoes semakin menarik bukan hanya soal ekspor. Di balik produksi sepatu, terdapat kehidupan banyak orang yang menggantungkan penghasilan dari industri tersebut.
Lebih dari 60 persen pekerjanya merupakan perempuan. Bahkan, sejumlah karyawan telah bekerja selama 20 hingga 30 tahun. Mereka menjadi saksi bagaimana sebuah industri lokal tumbuh, bertahan, dan melewati berbagai perubahan zaman.
Karena itu, Fortuna Shoes layak dilihat bukan hanya sebagai sepatu legendaris Bandung, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan ekonomi kreatif Kota Bandung.
Bagi wisatawan yang ingin menemukan wajah Bandung di luar destinasi mainstream, cerita industri seperti ini menawarkan pengalaman berbeda. Sebab, terkadang identitas sebuah kota tidak hanya tersimpan pada bangunan tua atau tempat wisata, tetapi juga pada karya masyarakat yang terus hidup dan berkembang. Dan dari Bandung, sepasang sepatu pun bisa berjalan jauh—bahkan sampai ke berbagai penjuru dunia.***
