![]() |
| Warung Nasi Ema Desa Bandung (gmaps/Bintang Rahmat Wadanda) |
BANDUNG - Bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner Sunda dengan suasana sederhana dan jauh dari kesan restoran modern, Warung Nasi Ema Desa di kawasan Ciburial, Kabupaten Bandung, bisa menjadi salah satu pilihan menarik.
Warung makan ini berada di kawasan perbukitan Cimenyan, tidak jauh dari wilayah Dago Atas. Konsepnya sederhana, tetapi justru itulah daya tariknya. Pengunjung dapat menikmati beragam hidangan khas rumahan dengan cita rasa Sunda yang akrab di lidah.
Nama Warung Nasi Ema Desa semakin dikenal setelah sejumlah figur publik disebut pernah mampir untuk menikmati hidangannya. Salah satunya adalah Boy William. Popularitas tersebut membuat warung sederhana ini menarik perhatian wisatawan maupun pencinta kuliner yang ingin merasakan langsung makanan yang biasa dinikmati masyarakat lokal.
Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari ayam, ikan, telur dadar, kikil, terong, hingga aneka lauk rumahan lainnya. Hidangan biasanya disajikan bersama nasi dan sambal yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Sambalnya tersedia dalam beberapa pilihan, termasuk sambal terasi dan sambal goang dengan karakter pedas yang khas. Beberapa informasi kuliner terbaru juga menyebutkan adanya pilihan nasi merah serta konsep lauk yang dimasak atau digoreng sesuai pesanan.
Menariknya, Warung Nasi Ema Desa juga dikenal sebagai tempat singgah bagi pesepeda dan wisatawan yang menjelajahi kawasan Ciburial. Suasana pedesaan dan udara sejuk Cimenyan membuat pengalaman makan terasa berbeda dibandingkan menikmati kuliner di pusat Kota Bandung.
Saat ini, Warung Nasi Ema Desa tercatat berada di Jl. Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Informasi operasional terbaru menunjukkan warung ini buka sekitar pukul 08.00–18.00 WIB, Selasa hingga Minggu, sementara Senin menjadi hari libur.
Dengan harga yang relatif terjangkau dan pilihan makanan khas rumahan, tempat ini cocok dimasukkan dalam agenda wisata kuliner Bandung, terutama bagi wisatawan yang ingin mencari pengalaman makan sederhana sekaligus menikmati suasana kawasan Bandung Utara.
Bagi pencinta kuliner lokal, Warung Nasi Ema Desa membuktikan bahwa daya tarik sebuah tempat makan tidak selalu ditentukan oleh kemewahan tempat. Cita rasa masakan rumahan, sambal khas, suasana kampung, serta cerita di baliknya justru bisa menjadi pengalaman wisata yang berkesan.***

.jpg)