![]() |
| Pencak Silat Aliran Sang Maung Bodas Sukabumi (Manaf Muhammad/Media Pakuan) |
SUKABUMI – Berkunjung ke Kota Sukabumi, Jawa Barat, tak hanya menawarkan panorama alam dan kuliner khas. Kota ini juga menyimpan kekayaan budaya yang menarik untuk ditelusuri, salah satunya Pencak Silat Aliran Sang Maung Bodas.
Berkembang di lingkungan Ponpes Dzikir Al-Fath, Kecamatan Gunungpuyuh, Sang Maung Bodas memiliki karakter yang berbeda dari aliran pencak silat pada umumnya. Dalam bahasa Sunda, maung bodas berarti macan putih, simbol yang tercermin melalui gerakan silat yang kuat, lincah, sekaligus memiliki unsur seni.
Keunikan tersebut terletak pada perpaduan antara seni bela diri, tradisi Sunda, dan nilai spiritual Islam. Beberapa jurus khas yang menjadi identitasnya antara lain Golok Kala Petok, Maung Keubet, dan Panca Kinanti. Tradisi ini juga diperkaya dengan permainan budaya seperti Bola Leungeun Seneu (Boles) dan Ngagotong Lisung.
Bagi wisatawan yang tertarik dengan wisata budaya, pengalaman menyaksikan langsung latihan Sang Maung Bodas memberikan perspektif berbeda tentang pencak silat. Bukan sekadar memperlihatkan kemampuan fisik, gerakannya juga menyimpan filosofi dan nilai kehidupan yang diwariskan antargenerasi.
Daya tariknya bahkan mampu mengundang perhatian mancanegara. Pendekar asal Italia, Massimiliano Morandini, pernah datang langsung ke Sukabumi untuk mempelajari aliran ini. Ia tertarik dengan perpaduan budaya Sunda dan nilai spiritual Islam yang menjadi bagian dari Sang Maung Bodas.
Ketertarikan internasional tersebut terus berkembang. Pada 2025, sejumlah pesilat dan pelatih Sang Maung Bodas juga mulai memperluas kiprahnya hingga ke luar negeri, termasuk Singapura. Hal ini menunjukkan bahwa pencak silat lokal Sukabumi memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya sekaligus sarana diplomasi budaya Indonesia.
Kabar semakin membanggakan datang dari sektor pelestarian budaya. Penca Aliran Sang Maung Bodas kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Provinsi Jawa Barat, setelah melalui proses pengkajian dan sidang penetapan.
Dengan status tersebut, Sang Maung Bodas bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sukabumi, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari wisata budaya Jawa Barat. Bagi wisatawan, mengenal Sang Maung Bodas berarti menyelami lebih dekat warisan Sunda yang hidup, berkembang, dan kini mulai dikenal hingga mancanegara.***

