.jpg)
Kawasan Kuta Tandingan Karawang (azzamtvjabar.com)
KARAWANG – Kabupaten Karawang tak hanya dikenal sebagai kawasan industri dan lumbung padi Jawa Barat. Di balik perkembangan wilayahnya, tersimpan jejak sejarah dan warisan leluhur yang menarik untuk ditelusuri. Salah satunya adalah Kuta Tandingan, kawasan yang menyimpan cerita masa lalu, situs-situs unik, serta potensi wisata budaya dan alam yang belum banyak dikenal masyarakat luas.
Terletak di Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kuta Tandingan menawarkan pengalaman berbeda bagi pencinta wisata sejarah. Kawasan ini dikelilingi bentang alam yang masih menyisakan nuansa alami, sekaligus menyimpan kisah-kisah lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Enam Kawasan yang Menyimpan Cerita Leluhur
Kuta Tandingan memiliki sejumlah wilayah yang dikenal masyarakat setempat, yakni Kuta Jati, Kuta Masigit, Kuta Kolambu, Kuta Barang, Kuta Gombong, dan Kuta Mariam. Nama-nama tersebut menjadi bagian dari identitas lokal yang menarik untuk ditelusuri lebih jauh melalui penuturan masyarakat dan penelitian sejarah.
Muhtar Romli, Ketua RT 13 RW 004 Dusun Sirnagalih, Desa Parungmulya, menyebut kawasan ini memiliki peninggalan leluhur yang menyimpan nilai sejarah bagi masyarakat Karawang.
Selain cerita mengenai masa lalu, kawasan tersebut juga memiliki sejumlah lokasi yang menarik perhatian, mulai dari Sumur Pancawarna, Curug Jambangan, Tjipanon Indung, Sumur Batik, hingga Sumur Tujuh. Keberadaan lokasi-lokasi ini menambah kekayaan cerita lokal yang dapat menjadi daya tarik wisata berbasis budaya.
Kuta Tandingan juga dikenal memiliki sejumlah gua, di antaranya Goa Sanghiang, Goa Masigit, dan Goa Lalay. Perpaduan gua, mata air, dan bentang alam menjadikan kawasan ini berpotensi dikembangkan sebagai tujuan wisata minat khusus yang memadukan penjelajahan alam dengan pengenalan sejarah lokal.
Potensi Wisata yang Menanti Perhatian
Meski memiliki daya tarik tersendiri, potensi Kuta Tandingan dinilai belum tergarap optimal. Muhtar menyoroti kondisi sejumlah situs dan akses jalan yang membutuhkan perhatian.
“Seharusnya Kuta Tandingan dapat dijadikan objek wisata sejarah di Karawang yang menarik wisatawan lokal maupun luar daerah,” ungkap Muhtar.
Harapan tersebut membuka peluang bagi pengembangan wisata yang tidak hanya mengejar kunjungan, tetapi juga menjaga kelestarian peninggalan leluhur dan lingkungan sekitar. Pembenahan akses, pendataan situs, penyusunan cerita sejarah yang terverifikasi, serta pelibatan masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk mengangkat potensi kawasan ini.
Kuta Tandingan bukan sekadar tempat yang diselimuti cerita misteri. Kawasan ini merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal Karawang yang layak dikenal lebih luas. Dengan pengelolaan yang tepat, jejak sejarah dan keindahan alamnya berpeluang menjadi pengalaman wisata yang mempertemukan pengunjung dengan warisan masa lalu sekaligus pentingnya menjaga identitas budaya daerah.***
