Kemenekraf Dorong Kolaborasi Tasikmalaya-BI, Ekonomi Kreatif Daerah Makin Diperkuat

Jabar Tourism
0


TASIKMALAYA 
– Pengembangan ekonomi kreatif di daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar potensi lokal tidak berhenti sebagai kekayaan daerah, tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi. Langkah tersebut tengah didorong Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui penjajakan kerja sama antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Bank Indonesia.


Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama pihak Bank Indonesia di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Jumat (2/10/2026).


Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai pihak untuk menyusun pola kolaborasi yang dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Tasikmalaya.


“Hari ini kami hadir sebagai penghubung antara Tasikmalaya dan Bank Indonesia. Yang terpenting adalah kita sudah mulai terhubung di bulan Oktober ini, sehingga ke depannya bisa bersama-sama merancang perencanaan yang matang dan berkelanjutan,” ujar Irene.


Menurutnya, penguatan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, komunitas maupun lembaga keuangan perlu bergerak dalam satu ekosistem melalui pendekatan heksaheliks.


Tasikmalaya sendiri memiliki beragam potensi ekonomi kreatif, mulai dari kuliner dan kriya hingga produk khas seperti bordir, konveksi, kelom geulis, payung geulis, batik, kerajinan mendong, anyaman bambu dan olahan kayu. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat identitas ekonomi kreatif kota di kawasan Priangan Timur.


Salah satu peluang kerja sama dengan Bank Indonesia adalah pengembangan digitalisasi sistem pembayaran bagi UMKM serta dukungan terhadap pembiayaan kreatif. Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Nenden Endah Sari, menyatakan pihaknya siap membahas bentuk dukungan yang dapat diberikan secara berkelanjutan.


Kolaborasi tersebut juga dikaitkan dengan rangkaian Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) 2026 bertema “Langkah Santun Jiwa Tangguh”. Festival ini dirancang menghadirkan kegiatan seni budaya, pameran UMKM, olahraga hingga Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.


Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan berharap sinergi bersama BI dapat semakin menguatkan posisi Tasikmalaya sebagai kota jasa religius sekaligus destinasi pariwisata ramah Muslim.


“Kami berharap BI Pusat terus memberikan dukungan penuh agar kita dapat terus berkolaborasi mengembangkan ekonomi kreatif dan menjadikan Tasikmalaya sebagai hub pariwisata utama di Priangan Timur,” kata Viman saat dihubungi, Rabu (7/10).


Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa penguatan ekonomi kreatif daerah membutuhkan jejaring yang lebih luas. Bagi Tasikmalaya, sinergi pemerintah, perbankan dan pelaku ekraf diharapkan mampu membuka akses pasar, pembiayaan serta digitalisasi sehingga produk lokal semakin berdaya saing.***

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)