![]() |
| Nasi Uduk Mak Uri Subang (infokulinersubang) |
SUBANG – Menyusuri kuliner malam di Subang, Jawa Barat, rasanya belum lengkap jika belum mencicipi nasi uduk Mak Uri. Warung sederhana yang telah hadir sejak 1977 ini menjadi salah satu tempat makan yang mampu mempertahankan cita rasa sekaligus menarik pelanggan dari berbagai generasi.
Usaha kuliner tersebut pertama kali dirintis oleh Mak Uri. Setelah puluhan tahun berlalu, warisan kuliner itu kini diteruskan oleh sang Abah yang masih aktif melayani pembeli. Kesederhanaan tempat dan keramahan pelayanan justru menjadi bagian dari daya tariknya.
Yang membuat Nasi Uduk Mak Uri tetap dicari adalah cita rasanya. Nasi uduk diolah dengan rempah dan santan sehingga menghasilkan aroma harum serta rasa gurih yang khas. Tekstur nasinya yang pulen berpadu dengan aneka lauk, membuat sajian ini cocok menjadi pilihan untuk mengisi perut selepas beraktivitas.
Selain nasi uduk, pelanggan juga bisa memilih nasi kuning. Pilihan tersebut melengkapi menu yang sudah lama dikenal sebagai salah satu kuliner malam favorit masyarakat Subang.
Untuk lauk, tersedia sejumlah pilihan yang dapat disesuaikan dengan selera dan bujet. Paket telur menjadi salah satu pilihan ekonomis, sementara ayam kampung goreng bisa dipilih bagi pengunjung yang menginginkan hidangan lebih lengkap. Ada pula orek tempe bercita rasa manis dan pedas serta sejumlah lauk pelengkap lainnya.
Menariknya, harga makanan di tempat ini relatif bersahabat. Paket telur dibanderol sekitar Rp12.000, sedangkan paket ayam kampung berada di kisaran Rp35.000. Dengan porsi yang dikenal besar, sajian tersebut menjadi pilihan menarik bagi pencari makan malam dengan harga terjangkau.
Lokasinya pun cukup mudah ditemukan. Nasi Uduk Mak Uri berada di kawasan Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Subang, tepat di sekitar toko Kiran dan berhadapan dengan McDonald's Subang. Warung ini melayani pelanggan setiap hari mulai sore hingga malam.
Bagi wisatawan yang sedang berada di Subang dan ingin mencicipi kuliner lokal, Nasi Uduk Mak Uri bisa menjadi salah satu persinggahan. Hampir lima dekade bertahan, warung ini menunjukkan bahwa resep sederhana yang dijaga konsisten mampu tetap memiliki tempat di hati penikmat kuliner.***

.jpg)